DUKUNG PERCEPATAN VAKSINASI COVID-19

DUKUNG PERCEPATAN VAKSINASI COVID-19

Ketanggung.nagwikab.id Syarat Penurunan Level PPKM, Syarat dari penurunan level PPKM ini, selain dipengaruhi oleh penerapan protokol kesehatan, data kasus harian Covid-19 dan positivity rate, juga ditentukan oleh terciptanya kekebalan kelompok di masyarakat. Oleh karena itu, pemerintah mendukung percepatan pemberian vaksinasi Covid-19 kepada masyarakat kekebalan kelompok di Indonesia dapat terbentuk.

Pemerintah terus melakukan upaya penangan Covid-19 secara masif sekalipun kondisi kian hari terus membaik. Perbaikan penangan itu terlihat dari menurunnya jumlah masyarakat yang terpapar Covi-19 maupun status level PPKM secara merata dari pusat hingga daerah.
Dikutip dari Setkab.go.id, soal penurunan level PPKM, sejak 13 September lalu, pemerintah memutuskan untuk memasukkan indikator cakupan vaksinasi COVID-19 dalam evaluasi penurunan level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Jawa-Bali. Kebijakan ini mampu meningkatkan laju vaksinasi di wilayah tersebut, khususnya vaksinasi bagi kelompok masyarakat lanjut usia atau lansia .
Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan dalam keterangan pers usai Rapat Terbatas (Ratas) mengenai Evaluasi PPKM, Senin (04/10/2021), secara virtual.
“Syarat minimum cakupan vaksinasi lansia untuk penurunan level PPKM dari 3 ke 2, dan 2 ke 1 yang diberlakukan sejak 13 September 2021, mampu meningkatkan kecepatan vaksinasi lansia di Jawa-Bali secara signifikan. Ini nanti yang sebenarnya, levelnya itu berubah sangat dipengaruhi sekarang oleh vaksinasi, khususnya untuk lansia,” ujar Luhut.
Penambahan syarat cakupan vaksinasi tersebut merupakan salah satu proses transisi untuk hidup bersama COVID-19. Status PPKM daerah di Jawa-Bali dapat turun dari Level 3 ke Level 2 jika cakupan vaksinasi dosis pertama daerah tersebut mencapai 50 persen dan cakupan vaksinasi lansia 40 persen.
Sedangkan untuk dapat turun dari Level 2 ke Level 1, cakupan vaksinasi dosis pertama harus mencapai 70 persen dan cakupan vaksinasi lansia 60 persen. Menko Marves mengungkapkan, pada penerapan PPKM Jawa-Bali periode 5-18 Oktober ini terdapat peningkatan jumlah kabupaten (kab)/kota yang mengalami kenaikan dari Level 2 ke Level 3 akibat tidak terpenuhinya syarat cakupan vaksinasi untuk penerapan Level 2.
“Dalam penerapan PPKM level selama dua minggu ke depan, masih terdapat 20 kabupaten/kota yang bertahan di Level 2. [Daerah dari] Level 2 ke Level 3 itu bertambah dari 84 kabupaten/kota menjadi 107 kabupaten/kota karena mereka belum mampu meningkatkan jumlah capaian vaksinasi,” ujarnya.
Tetap Waspada
Dalam keterangan persnya, Luhut juga menyampaikan bahwa situasi pandemi COVID-19 di Indonesia terus menunjukkan perbaikan.
“Kasus konfirmasi nasional turun 98 persen dan kasus konfirmasi Jawa-Bali juga menunjukkan penurunan hingga 98,7 persen dari puncaknya pada 15 Juli lalu. Tingkat reproduksi efektif (Rt) di Jawa-Bali juga sudah berada di bawah satu (<1) dan khusus untuk Bali masih di angka satu,” ungkapnya.
Menko Marves menambahkan, meskipun situasi pandemi terus membaik pemerintah terus menggencarkan upaya 3T. “Jumlah testing yang dilakukan per hari terus mengalami peningkatan. Testing itu rata-rata sekarang di sekitaran 175 ribu [kasus],” ujarnya.
Berdasarkan rilis yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes), kasus konfirmasi harian per Senin (04/101/2021) sebanyak 922 orang, kasus aktif 31.054 orang, dan angka kesembuhan 2.656 orang.
“Berbagai capaian dari pengendalian pandemi tersebut tentu harus kita syukuri. Namun Wakil Presiden dalam Ratas tadi mengingatkan agar kita tetap waspada dan hati-hati. Risiko peningkatan kasus masih tinggi dan dapat terjadi sewaktu-waktu kembali,” ujar Luhut.
Oleh karena itu, Menko Marves juga mengingatkan semua pihak untuk tidak lengah dalam menghadapi pandemi COVID-19 ini.
“Saya minta juga kepada kita semua jangan euforia yang berlebihan. Kelengahan sekecil apapun yang kita lakukan ujungnya dapat meningkatkan terjadinya kasus dalam beberapa minggu ke depan. Dan pastinya akan mengulangi pengetatan-pengetatan kembali yang diberlakukan dan ini sangat merugikan kita semua,” tandasnya.

Share and Enjoy !

Shares
BOLEH KAH IBU HAMIL VAKSIN COVID-19?

BOLEH KAH IBU HAMIL VAKSIN COVID-19?

Untuk melindungi ibu hamil dan bayinya dari infeksi COVID-19, Kementerian Kesehatan (KEMENKES) RI memastikan akan segera memberikan vaksin COVID-19 kepada ibu hamil.

Aturan tersebut menjelaskan bahwa vaksinasi bagi ibu hamil masuk dalam kriteria khusus. Oleh karenanya, proses skining/penapisan terhadap status kesehatan sasaran sebelum dilakukan pemberian vaksinasi dilakukan lebih detail dibandingkan sasaran lain.

Vaksinasi hanya bisa diberikan pada ibu hamil yang usia kandungannya sudah 13 minggu dan berada di trisemester kedua (II) kehamilan. Jika memiliki penyakit penyerta dalam kondisi terkontrol dan tidak ada komplikasi akut, maka vaksin dapat diberikan.

Seperti dibawah ini langkah-langkah untuk vaksinasi Ibu hamil :

Share and Enjoy !

Shares
DISTRIBUSI BANTUAN BERAS TEPAT SASARAN

DISTRIBUSI BANTUAN BERAS TEPAT SASARAN

Ketanggung.ngawikab.id- Babinsa Koramil Sine Peltu  Anang Sudarsono  bersama Perangkat Desa Ketanggung . melakukan distribusi Bantuan Beras kepada warga masyarakat yang terdampak Covid-19 diwilayah Desa Ketanggung , Minggu (25/07/21).

Door to door bantuan beras diantar langsung oleh Babinsa  babin kamtibmas di damping Perangkat Desa ini merupakan langkah tepat bantuan sampai ke warga masyarakat yang sangat membutuhkan, penyaluran bantuan beras ini bertujuan untuk meyakinkan bahwa distribusi beras sampai kepada warga yang berhak menerima.Dalam kegiatan distribusi bantuan beras tersebut, tetap mematuhi prosedur protokol kesehatan yang telah ditetapkan, guna mencegah penyebaran virus Covid-19.

mengatakan, kegiatan distribusi bantuan beras tersebut diperuntukkan bagi warga masyarakat yang terdampak Pandemi Covid 19, penyaluran beras yang yang dilakukan oleh Babinsa di damping Perangkat Desa Ketanggung tersebut  langsung ke sasaran diharapkan dapat bermanfaat bagi warga yang menerima bantuan beras

Di sela pembagian bantuan, Panggel Jefri Kholib S.Pd Selaku Sekretaris Desa Ketanggung yang turut mendampingi  saat penyaluran ” menyampaikan ucapan terima kasih atas Bantuan beras yang disalurkan oleh Babinsa”

semua hal tersebut dilakukan guna terciptanya rasa aman kepada warga binaan Teritorial.nya

Share and Enjoy !

Shares
PETUNJUK TEKNIS LAYANAN NIKAH PADA KUA DI MASA PPKM DARURAT

PETUNJUK TEKNIS LAYANAN NIKAH PADA KUA DI MASA PPKM DARURAT

Ketanggung.ngawikab.id- Kementrian Agama Republik Indonesia keluarkan Surat Edaran (SE) Nomor : P-001/DJ.III/Hk.007/07/2021 Tentang Petunjuk Teknis Layanan Nikah Pada Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat. SE ini diterbitkan dan ditandatangini langsung oleh Direktur Jenderal Kementerian Agama Kamaruddin Amin pada Rabu (7/7) yang lalu.

hal ini tidak lain untuk mendukung pemerintah dalam rangka PPKM Darurat Jawa dan Bali yang telah di canangkan sejak 3 – 20 juli 2021, guna menguragi dampak penyebaran Virus Covid -19.

klik disini untuk melihat SE Kemenag

SE-Layanan-Nikah-di-KUA-pada-masa-PPKM

Share and Enjoy !

Shares
HUT BAYANGKARA KE – 75 , Vaksinasi  Masal Cegah Covid

HUT BAYANGKARA KE – 75 , Vaksinasi Masal Cegah Covid

Polres Ngawi  melaksanakan vaksinasi Covid-19 secara massal. Vaksinasi  Salah satu nya  dilakukan  di  Desa Ketanggung  untuk menyambut HUT Bhayangkara ke-75 . “Kami akan melaksanakan vaksinasi massal di  Desa Ketanggung ini , dengan jumlah vaksin yang disalurkan seluruhnya sebanyak 280  vaksin,” kata Kapolsek Sine Iptu M.Farid Suharta SH , dan dari Koramil Sine  Kapt. Inf  Wardoyo mengungkapkan  menerjunkan  anggota nya untuk penjagaan saat pelakanaan vaksin ,

Sabtu (26/6).  Pelaksanaan Vaksin di fasilitasi oleh  Tenaga Kesehatan dari Puskesmas Sine sejumlah 20 Nakes  melakukan pelayanan Vaksinasi Kepada  440 peserta Vaksin, ungkap Sri joko . AMK selaku Kepala Desa Ketanggung bahwa “ memang target HUT Bayangkara adalah 280 penerima Vaksin , tetapi antusias warga dan di dukung  perangkat Desa serta para kader  kesehatan Desa  target itu dapat terlampauai  hingga sebanyak 440 sasaran “

pelaksanaan vaksinasi

Diharapkan Vaksinasi dalam Rangka HUT bayangkara ini dapat menekan angka penyebaran Covid 19, karena dengan di vaksin kita akan mempunyai kekebalan dari Virus Corona, dan imun kita akan lebih kuat bila dibandingkan orang yang belum divaksin.

warga berfoto usai vaksin

Acara ini juga diadakan dengan protokol kesehatan yang ketat setiap peserta harus cek suhu, memakai masker , dan menjaga jarak

lansia semangat vaksin juga

Share and Enjoy !

Shares
INFO GRAFIS  KOMINFO Penanganan Sebaran Konten Hoaks Vaksin Covid-19

INFO GRAFIS KOMINFO Penanganan Sebaran Konten Hoaks Vaksin Covid-19

menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Edisi Kelima mengartikan hoaks (kata serapan hoax) sebagai informasi bohong. Di tengah maraknya wabah Covid-19, fenomena hoaks pun masih mendistorsi dunia maya sehingga terjadi kesimpangsiuran informasi terkait virus tersebut dan menyebabkan kebingungan di kalangan masyarakat, bahkan menyesatkan pikiran.

Guna meningkatkan literasi masyarakat terhadap manfaat vaksin Covid-19, pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika berkomitmen menyapu bersih seluruh hoaks yang ada di dunia maya, khususnya di media sosial.

Berdasarkan hasil identifikasi Kemkominfo, hingga 24 mei 2021 terdapat 193 isu hoaks terkait vaksin Covid-19 yang tersebar di berbagai platform digital.

Meski jumlahnya tak seberapa dibandingkan dengan jumlah penduduk Indonesia, akan tetapi kecepatan sebaran hoaks bisa memengaruhi banyak orang dalam sekejap. Apalagi, setiap orang memiliki perbedaan dalam kemampuan untuk memilah dan memilih informasi, serta membedakan mana informasi yang benar dan mana yang menyesatkan.

Menurut Menkominfo, tindakan penyebaran informasi yang tidak benar terkait wabah Covid-19 seperti saat ini sangat tidak bertanggung jawab. Sebab, disinformasi itu berpotensi membuat berbagai lapisan masyarakat panik dan takut dalam menghadapi bencana nonalam yang sudah ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo sebagai bencana nasional ini.

Dalam mengatasi hoaks terkait Covid-19 yang beredar di media sosial, Kemkominfo akan menindaklanjutinya bersama dengan para pemilik layanan media sosial.

Pasalnya, tugas dan fungsi Kemkominfo sesuai dengan kebijakan yang berlaku tidak bisa melakukan penutupan akun yang terbukti menyebarkan hoaks. Akan tetapi, Kemkominfo akan memberikan rekomendasi akun-akun mana saja yang terindikasi melakukan penyebaran hoaks sesuai dengan aduan masyarakat dan patroli di media sosial.

Sementara berkaitan dengan konten hoaks yang menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat, maka akan ditindaklanjuti oleh aparat penegak hukum, yakni Kepolisian Republik Indonesia (Polri), bila ada unsur delik pidana yang telah dilanggar oleh pemilik akun penyebar informasi yang tidak benar tersebut.

Adapun unsur pidana yang dimaksud merujuk pada Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik atau UU ITE,

Dijelaskan, seluruh media sosial yang ada, seperti Facebook, Twitter, Youtube, dan lain sebagainya, akan memberikan informasi positif dalam penanganan Covid-19 yang telah dilakukan oleh berbagai pihak, termasuk pemerintah.

Mekanismenya, setiap informasi positif yang disebarkan akan muncul di muka halaman setiap pengguna media sosial sehingga masyarakat yang telah mengaksesnya dapat mengetahui informasi yang benar terkait vaksin Covid-19.

untuk itu berhati – hatilah dalam memahami isi berita , pastikan berita yang kita terima adalah berita yang benar.

Share and Enjoy !

Shares