POSYANDU LANSIA,VAKSINASI LANSIA DAN PEMBAGIAN VITAMIN BAGI LANSIA

POSYANDU LANSIA,VAKSINASI LANSIA DAN PEMBAGIAN VITAMIN BAGI LANSIA

Pemerintah menargetkan 21,5 juta sasaran vaksinasi Covid-19 untuk lansia. Vaksinasi Covid-19 untuk lansia menjadi prioritas dimana kita tahu mereka punya kerentanan yang tinggi untuk kematian dan sakit yang berat,

Pemberian vaksin pada kelompok lansia diharapkan bisa ikut melindungi orang lain yang belum mendapat vaksin, yakni mencegah terjadinya infeksi dan penularan atau mencegah gejala berat yang berakibat fatal jika mereka tetap terinfeksi virus. Selain itu, orang yang sudah divaksin dan beraktivitas di luar rumah diharapkan tidak membawa virus penyebab penyakit ke dalam rumah.

Dan dalam Rangka menciptakan herdimunity bagi kelompok Lansia Pemerintah Desa Ketanggung bekerjasama dengan Puskesmas Sine Mengadakan Posyandu lansia yang di barengi dengan kegiatan Vaksinasi Lansia dan pembagian vitamin kepada Lansia,”selain di cek Kesehatan melalui cek suhu, timbang Berat Badan , pengukuran Tensi pemerintahan desa juga membagikan Vitamin sebagai salah satu bentuk kepedulian kami agar Lansia Ketanggung tetap sehat, semangat , mandiri dan terbebas dari covid” ungkap Sri Joko . AMK selaku Kepala Desa Ketanggung

Kegiatan ini termasuk mendorong peningkatan sasaran Vaksinasi kepada Lansia yang mana Kabupaten Ngawi untuk target Lansia baru mencapai Kisaran 20%,di harapkan adanya vaksinasi covid masal jemput bola di Desa ini dapat mendongkrak tingkat keikutsertaan vaksin bagi lansia.

Dalam acara (21/10) ini sinergi antara Kader Kesehatan Desa, Pemerintahan Desa , serta Tim Puskemas Sine di apresiasi langsung oleh Putri Nur selaku sekretaris Desa “saya ucapkan terimakasih kepada seluruh Tim yang bekerja keras sejak jauh- jauh hari mempersiapkan pelaksanaan vaksinasi kali ini , kita tau bahwa Membawa dan mengedukasi lansia bukan hal yang mudah tapi kali ini Kader Desa Ketanggung Berhasil Melakukan nya ” papar nya dalam kesempatan tersebut

Share and Enjoy !

Shares
DUKUNG PERCEPATAN VAKSINASI COVID-19

DUKUNG PERCEPATAN VAKSINASI COVID-19

Ketanggung.nagwikab.id Syarat Penurunan Level PPKM, Syarat dari penurunan level PPKM ini, selain dipengaruhi oleh penerapan protokol kesehatan, data kasus harian Covid-19 dan positivity rate, juga ditentukan oleh terciptanya kekebalan kelompok di masyarakat. Oleh karena itu, pemerintah mendukung percepatan pemberian vaksinasi Covid-19 kepada masyarakat kekebalan kelompok di Indonesia dapat terbentuk.

Pemerintah terus melakukan upaya penangan Covid-19 secara masif sekalipun kondisi kian hari terus membaik. Perbaikan penangan itu terlihat dari menurunnya jumlah masyarakat yang terpapar Covi-19 maupun status level PPKM secara merata dari pusat hingga daerah.
Dikutip dari Setkab.go.id, soal penurunan level PPKM, sejak 13 September lalu, pemerintah memutuskan untuk memasukkan indikator cakupan vaksinasi COVID-19 dalam evaluasi penurunan level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Jawa-Bali. Kebijakan ini mampu meningkatkan laju vaksinasi di wilayah tersebut, khususnya vaksinasi bagi kelompok masyarakat lanjut usia atau lansia .
Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan dalam keterangan pers usai Rapat Terbatas (Ratas) mengenai Evaluasi PPKM, Senin (04/10/2021), secara virtual.
“Syarat minimum cakupan vaksinasi lansia untuk penurunan level PPKM dari 3 ke 2, dan 2 ke 1 yang diberlakukan sejak 13 September 2021, mampu meningkatkan kecepatan vaksinasi lansia di Jawa-Bali secara signifikan. Ini nanti yang sebenarnya, levelnya itu berubah sangat dipengaruhi sekarang oleh vaksinasi, khususnya untuk lansia,” ujar Luhut.
Penambahan syarat cakupan vaksinasi tersebut merupakan salah satu proses transisi untuk hidup bersama COVID-19. Status PPKM daerah di Jawa-Bali dapat turun dari Level 3 ke Level 2 jika cakupan vaksinasi dosis pertama daerah tersebut mencapai 50 persen dan cakupan vaksinasi lansia 40 persen.
Sedangkan untuk dapat turun dari Level 2 ke Level 1, cakupan vaksinasi dosis pertama harus mencapai 70 persen dan cakupan vaksinasi lansia 60 persen. Menko Marves mengungkapkan, pada penerapan PPKM Jawa-Bali periode 5-18 Oktober ini terdapat peningkatan jumlah kabupaten (kab)/kota yang mengalami kenaikan dari Level 2 ke Level 3 akibat tidak terpenuhinya syarat cakupan vaksinasi untuk penerapan Level 2.
“Dalam penerapan PPKM level selama dua minggu ke depan, masih terdapat 20 kabupaten/kota yang bertahan di Level 2. [Daerah dari] Level 2 ke Level 3 itu bertambah dari 84 kabupaten/kota menjadi 107 kabupaten/kota karena mereka belum mampu meningkatkan jumlah capaian vaksinasi,” ujarnya.
Tetap Waspada
Dalam keterangan persnya, Luhut juga menyampaikan bahwa situasi pandemi COVID-19 di Indonesia terus menunjukkan perbaikan.
“Kasus konfirmasi nasional turun 98 persen dan kasus konfirmasi Jawa-Bali juga menunjukkan penurunan hingga 98,7 persen dari puncaknya pada 15 Juli lalu. Tingkat reproduksi efektif (Rt) di Jawa-Bali juga sudah berada di bawah satu (<1) dan khusus untuk Bali masih di angka satu,” ungkapnya.
Menko Marves menambahkan, meskipun situasi pandemi terus membaik pemerintah terus menggencarkan upaya 3T. “Jumlah testing yang dilakukan per hari terus mengalami peningkatan. Testing itu rata-rata sekarang di sekitaran 175 ribu [kasus],” ujarnya.
Berdasarkan rilis yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes), kasus konfirmasi harian per Senin (04/101/2021) sebanyak 922 orang, kasus aktif 31.054 orang, dan angka kesembuhan 2.656 orang.
“Berbagai capaian dari pengendalian pandemi tersebut tentu harus kita syukuri. Namun Wakil Presiden dalam Ratas tadi mengingatkan agar kita tetap waspada dan hati-hati. Risiko peningkatan kasus masih tinggi dan dapat terjadi sewaktu-waktu kembali,” ujar Luhut.
Oleh karena itu, Menko Marves juga mengingatkan semua pihak untuk tidak lengah dalam menghadapi pandemi COVID-19 ini.
“Saya minta juga kepada kita semua jangan euforia yang berlebihan. Kelengahan sekecil apapun yang kita lakukan ujungnya dapat meningkatkan terjadinya kasus dalam beberapa minggu ke depan. Dan pastinya akan mengulangi pengetatan-pengetatan kembali yang diberlakukan dan ini sangat merugikan kita semua,” tandasnya.

Share and Enjoy !

Shares
DEAD LINE PBB  DIUNDUR

DEAD LINE PBB DIUNDUR

Bupati Ngawi mengeluarkan Surat Edaran Nomor 973/ 4219/404.201/2021 tentang Perpanjangan Jatuh Tempo Pembayaran PBB-P2 Tahun Pajak 2021.

Disadari bila Peraturan Bupati Ngawi Nomor 9.3 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Tata Cara Pelaksanaan Pemungutan PBB-P2 (Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan) Pasal 20, Ayat (2) bahwa jatuh tempo pembayaran PBB-P2 adalah yang tercantum di SPPT, yaitu tanggal 30 September 2021.

Namun, dengan kondisi yang terjadi saat ini, Pemerintah Kabupaten Ngawi mempertimbangkan dan kemudian mengeluarkan SE Perpanjangan Jatuh Tempo Pembayaran PBB-P2 Tahun Pajak 2021 sebagai tindak lanjut.

Kondisi yang menjadi pertimbangan tersebut meliputi:

  1. Bencana Non-Alam Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) yang berdampak luas pada sektor sosial dan ekonomi masyarakat;
  2. Kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) sehingga mempengaruhi aktivitas masyarakat yang berimbas pada upaya realisasi pendapatan daerah, termasuk penerimaan dari Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2).

Lebih lanjut pada SE tersebut dijelaskan,bila realisasi penerimaan PBB-P2 sampai dengan tanggal 20 September 2021 baru mencapai 49% dari target, dan perlu adanya perpanjangan waktu jatuh tempo pembayaran pajak PBB-P2 tahun 2021.

Lanjutnya, mempertimbangkan sebagaimana hal tersebut, maka untuk jatuh tempo pembayaran PBB-P2 Tahun Pajak 2021 diperpanjang sampai tanggal 30 Nopember 2021 dan memerintahkan kepada Kepala Perangkat Daerah, Camat, Kepala Desa/Kelurahan untuk lebih aktif dalam mengoptimalkan realisasi pelunasan PBB-P2 di wilayahnya.

KLIK LINK DI BAWAH UNTUK BACA

SE-BUPATI-PBB-JATUH-TEMPO_21

Share and Enjoy !

Shares
DUKUNG PERCEPATAN VAKSINASI COVID-19

PERCEPATAN VAKSIN WARGA DI BAGI KUPON

Ketanggung.ngawikab.id – Syarat dari penurunan level PPKM ini, selain dipengaruhi oleh penerapan protokol kesehatan, data kasus harian Covid-19 dan positivity rate, juga ditentukan oleh terciptanya kekebalan kelompok di masyarakat. Oleh karena itu, pemerintah mendukung percepatan pemberian vaksinasi Covid-19 kepada masyarakat kekebalan kelompok di Indonesia dapat terbentuk.

Pemerintah ingin mempercepat proses vaksinasi terutama untuk yang [dosis] pertama dan yang [dosis] kedua, untuk mengejar kekebalan kelompok. Karena kita ingin kalau bisa akhir 2021 Desember ini, sudah semua tervaksin, sehingga kita bisa memperoleh immunity (imunitas),Vaksin ini menjadi salah satu penentu untuk turunnya level.

hal ini lah yang menjadi patokan pemerintah Desa Ketanggung bersama dinas kesehatan dalam hal ini PUSKESMAS Sine untuk mempercepat Vaksinasi , Contoh nya pada (1/10 ) ini pemerintah Desa Ketanggung mendapatkan jatah 80 Kupon vaksinasi Astrazaneca, yang berlokasi di Aula Puskesmas Sine,

Disampaikan putri nur mayangsari selaku koordinator pendataan Vaksinasi Di Desa ” Masyarakat Desa Ketanggung sendiri kesadaran untuk vaksinasi begitu tinggi ,setelah dapat 80 kupon ini masih ada antrian sekitar 150 calon peserta vaksin , kami berharap stok vaksin bisa di tambah sehingga dapat tervaksin semua warga ketanggung.

Share and Enjoy !

Shares
Daftar Vaksin online? yuk simak Mekanisme nya

Daftar Vaksin online? yuk simak Mekanisme nya

Ketanggung.Ngawikab.Id – Dalam mendukung percepatan pelaksanaan vaksinasi Covid-19, pemerintah se  Kabupaten Ngawi  ,Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur telah menyediakan vaksin di masing-masing puskesmas yang tersebar di seluruh provinsi  Jawa Timur

Sehingga masyarakat tak perlu lagi menunggu jadwal vaksinasi yang dilakukan secara massal oleh pemerintah maupun TNI/Polri.

“Bagaimana Mekanisme nya  ?” , yaitu dengan cara mendaftar secara Online melalui Wahtsapp Mesenger Puskesmas sine Dengan Format NAMA #NIK#TANGGAL LAHIR#ALAMAT LENGKAP# No HP#DOSIS VAKSIN KE

Dikirim Ke 0813-5704-8782

Share and Enjoy !

Shares